header image
 

Berhenti Merokok??

Klo dilihat dari judulnya sih kayanya bagus tuh buat catatan di awal tahun 2009 ini… tp dengan berat hati, judul di atas itu belum kelar, jadi klo diterusin lagi begini jadinya.. “Berhenti Merokok Untuk 4 hari”.. hehehe kok bisa ya buat 4 hari? Jadi maksudnya gini lho..

Sabtu kemaren kan sy kerja lembur, sebelumnya hari jumat tuh body udah nggak oke buat kerja, batuk pilek udah “ngaberebed” ditenggorokan, yg akhirnya sy harus libur ngerokok, dan ganti dengan minum obat batuk! Hihi karena pekerjaan msh numpuk, dan kewajiban mengisi tabungan (hehe) masih banyak, akhirnya sabtu yaa sy harus kerja juga, dipaksain gitu lah.. lumayan buat nambah2 beli rokok! huaaa… singkat cerita sabtu sore prepare buat terbang ke sumedang (gaya lah terbang pake motor gitu..heu) seperti biasa ba’da ashar langsung meluncur meskipun cuaca nggak mendukung, kehujanan di jalan udah pasti lah lagi musimnya gini, begitu nyampe rumah tiara sama bunda udah nunggu didpn rmh.. hiks…hiks… begitu kangennya mereka sampe nunggu didpn rmh, kebayang sy nggak pulang hari itu..

Sabtu malam, alias malam minggu body makin ngga connect, istirahat trus tidur, tanpa rokok! hari pertama lulus tanpa rokok tuh… next day, hari minggu badan makin nggak connect aja, pengennya sih ngerokok, cuma istri udah nyiapin bogem mentah tuh klo sy mulai ngerokok dengan kondisi badan ky gitu, yg akhirnya hari kedua sy lulus tanpa rokok juga.. yes! Malemnya badan malah tambah terjerembab, panas dingin nggak karuan, minum obat langsung istirahat, dan senin akhirnya nggak kerja.. heu senin pagi langsung nelp atasan, nggak bisa masuk, surat menyusul gitu! Di acc… istirahat tuh senin-selasa dikamar tidur.. tanpa rokok! sebetulnya wow… rasanya orang sakau tuh sy alamin saat itu (kayanya sih begitu???), disaat pengen ngerokok, eeeuh, gimanaa gitu… tp berkat bantunan istri, 3 hari itu bisa sy lalu tanpa rokok! Alhamdulillah…

Sekarang hari rabu, badan sih udah mulai oke.. bisa dibilang 70% lah.. klo disuruh berhenti untuk yg kelima hari.. mmmm, kuat nggak ya? sy belum bisa ngasih jawaban… tergantung sikon ntar udah makan siang… tp, rokok sih udah siap2 didalam tas! Hahahaaa… buat jaga2 klo nggak kuat aja… huaa… sama aja bohong dongkiiii.. yaa begitulah, totalitas untuk berhenti merokok nggak gampang, kita tunggu aja… dan lihat perkembangannya oke! hehe, next step hayu kita kerja lagi… yuuu mari…

Hampir 1 Miliar!

Awalnya sy tidak pernah terlibat kedalam kasus seperti ini, karena posisi sy di tempat bekerja tidak terlalu menonjol seperti yg lain, tapi minggu lalu tanggal 26 Januari, sy dipanggil atasan yg berwenang untuk terlibat dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah 2009, atau yg disingkat RK & SKPD tahun 2009, atau lebih luasnya sering disebut RAPBD – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.. sy sendiri sedikit kaget dengan pemanggilan itu, didalamnya sy bekerjasama dengan 12 anggota (semuanya atasan sy) jadi sy paling junior, dan juga pengalaman sy mengurusi anggaran-anggaran seperti ini hampir tidak ada.. tp karena pekerjaan mengharuskan, ya sambil belajar aja, siapa tahu suatu saat sy jadi bendahara.. hahaha! Dimulai tanggal 26 minggu lalu, jam kerja sy berubah drastis, hampir tiap hari selama seminggu sy pulang kerja jam 10 malam, belum lagi begitu sampe rumah sy harus mempersiapkan berkas-berkas untuk esok harinya.. buas! Untung sy terbiasa minum vitamin, jd kondisi bisa tetep oke! Hehehe

Penyusunan RK & SKPD ini sebagai implementasi dari program pemerintah yg setiap tahun berjalan, jadi beberapa instansi pemerintahan (dilarang menyebutkan nama) setiap tahunnya mendapatkan alokasi biaya dari pemerintah yg besarannya setiap tahun berbeda, dan setiap instansi-pun berbeda.. kebetulan tahun ini, tempat sy bekerja mendapatkan suntikan dana sebesar 770 Juta (untuk setiap tahun berjalan).. wow hampir 1 M!! Nah sekarang, untuk apa uang sebesar itu diberikan? Dari situ kita mulai merancang dan membuat anggaran RK & SKPD, dimana uang sebesar itu diposkan ke masing2 bagian.. dari jumlah total tersebut, kita tidak boleh menganggarkan lebih dari itu, kurang juga tidak boleh.. jadi artinya klo anggaran kita melebihi quota yg diberikan pemerintah, maka kelebihan anggaran diluar itu tidak akan dicairkan, lalu klo anggaran kita dibawah quota yg diberikan, maka kelebihan dana yg diberikan pemerintah harus dikembalikan kepada pemerintah dengan waktu yg ditentukan kemudian.. jadi tidak ada yg namanya niat2an korupsi! Karena sebelumnya anggaran tersebut diperiksa, dan laporannya dikeluarkan setiap bulan.. sampe jatuh tempo dan waktunya menyusun RK & SKPD untuk tahun berikutnya..

Dalam anggaran yg kita susun, ada 10 pos, yg mana besaran pos2 tersebut berbeda–beda tergantung kebutuhan.. deadline pengumpulan berkas terakhir seharusnya tanggal 30 Januari, karena hari Senin tanggal 2 Februari pengajuan ini akan disahkan oleh DPR, kalau ada instansi pemerintahan yang belum menyelesaikan rincian anggaran, berarti pemerintah menganggap instansi tersebut belum bekerja dengan benar dan anggaran tersebut tidak akan dicairkan.. lalu kami pun membentuk team kecil 3 orang untuk terbang langsung ke tempat yg sudah disiapkan untuk server, sy pun terlibat langsung ditempat entry data untuk pengajuan berkas.. berkas2 dan anggaran yg kami susun selesai pada hari Sabtu tanggal 31 Januari jam 5 sore, melebihi batas deadline yg diberikan.. bagian yg memperlambat dan mempersulit entry data ada pada bagian pencairan dana.. yg bikin kepala sy penat banget banget banget! karena dari plafon sekian ratus juta untuk masing2 pos, harus dibagi kedalam beberapa kali pencairan, artinya.. dalam satu tahun itu kapan uang itu akan dicairkan.. bulan apa saja, dan besarannya berapa.. serta harus sesuai dengan perincian SKPD yang telah disusun kemaren.. kan bingung klo udah begitu, uangnya juga kan nggak sedikit… eeehu.. lieur3x! untung saja deadline diperpanjang 1hari sampai tengah malam nanti, jadi kami belum terlambat.. tp ditempat lain masih banyak instansi yg masih sibuk dengan perhitungan mereka.. kasian juga, karena deadline hari itu dan tidak diperpanjang, sy berani jamin mereka pasti pulang tengah malam nanti.. seperti sy kemaren pusing2 tujuh keliling! hehehe

Terlibat dalam pekerjaan seperti ini memang menyenangkan, siapa sih yg nggak seneng uang?! Hahaha tp klo kepala udah mampet ga connect seperti tanggal 30 kemaren, rasanya kepala mau pecah aja.. yaa ngantuk lah, yaa pusing lah, yaa lapar lah, yaa ini lah.. tp yg namanya pekerjaan memang menuntut loyalitas kita diatas segalanya.. ini jg demi menghidupi anak dan istri! betul ga?!

Akhirnya selesai dari sana sy langsung pulang, dan tiba dirmh jam 21.00 WIB.. alhamdulillah.. pekerjaan selesai, keluarga dirumah sudah menanti… Sekarang hari senin, kerja lagi seperti biasa.. dan tinggal menyusun laporan hasil kemaren.. selamat bekerja!

Cristiano Ronaldo : Europe No.1

Cristiano Ronaldo has been awarded the prestigious Ballon d’or trophy, the most coveted individual honour in European football, the award recognises Ronaldo’s outstanding performances over the past 12 months, the Portuguese winger scored 42 goals last season on the way to domestic and European glory with the Reds and was the resounding favourite to win the trophy, after France Football’s confirmation in the early hours of Tuesday morning, the 23-year-old joins United legends George Best, Denis Law and Bobby Charlton on the award’s honours roll, recent winners include Kaka (AC Milan, 2007), Fabio Cannavaro (Juventus/Real Madrid, 2006) and Ronaldinho (Barcelona, 2005), Ronny become the 42nd different player to pick up the prize, and the third Portuguese after Eusebio’s victory in 1965 and Figo’s win in 2000.

Gelandang Manchester United, Cristiano Ronaldo, akhirnya… dinobatkan sebagai peraih gelar Ballon d’Or 2008 (Pemain Terbaik Eropa). Ronaldo mengandaskan beberapa saingan lainnya seperti Lionel Messi dan Fernando Torres, penghargaan itu diberikan kepada Ronaldo karena dirinya dinilai berjasa besar dalam mengantarkan MU meraih trofi Premier League dan Liga Champions musim lalu, selain mengantarkan ‘Setan Merah’ menjadi double winners, ia juga menorehkan catatan fantastis dalam urusan jumlah gol musim lalu. Secara total ia mencetak 42 gol di seluruh kompetisi yang diikuti oleh MU, keberhasilan ini membuat Ronaldo mengikuti jejak tiga legenda MU, yakni Denis Law, Bobby Charlton dan George Best, yang juga pernah dianugerahi gelar yang sama, Ronaldo juga menjadi pemain asal Portugal pertama yang memenangi award ini sejak Luis Figo meraihnya pada tahun 2000. Ia juga menjadi pemain asal Premier League pertama yang medapatkan titel tersebut sejak Michael Owen memenanginya pada tahun 2001.

Pemain yang kerap dijuluki ‘CR7′ ini mengungguli Messi yang menjadi juara dua dan Torres yang ditempatkan di posisi tiga. Hasil award ini didapat dari polling yang dilakukan oleh 96 jurnalis dari seluru dunia dan diorganisir oleh majalah Prancis, France Football.

Last five
Ballon d’or : Kaka (2007), Fabio Cannavaro (2006), Ronaldinho (2005), Andriy Shevchenko (2004), Pavel Nedved (2003)

Other winners from English clubs : Michael Owen (2001 - Liverpool), George Best (1968 - United), Bobby Charlton (1965 - United), Denis Law (1964 - United), Stanley Matthews (1956 - Blackpool)

Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Online

Minggu lalu sy kebagian mengikuti pelatihan Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (SIAP) Online yang diadakan di STMIK Bandung Jl. PHH Mustofa (Jl.Suci).. pelatihan ini diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung bekerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, serta diikuti oleh seluruh jaringan operator SSN Disdik Kota Bandung, dari mulai Bandung Barat, Timur, Utara, Selatan. Pelatihan ini dimulai dari tanggal 10 kemaren,. yang mana diprioritaskan untuk para administrator, operator, EDP di departemen2 pendidikan yang biasa bergelut dengan sistem pendidikan Online yang biasa digunakan saat ini di Dinas Pendidikan kota Bandung, seperti NISN, NPSN, NIGN, PadatiWeb, Dapodik, dll.

Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan ini merupakan interkoneksi ataupun pengembangan dari sistem informasi pendidikan yang sebelum dan biasa dipakai sampai saat ini, seperti pendataan pada Padatiweb, NISN, NPSN, PSB Online dll.. dari empat sistem yang disebutkan terakhir tadi, semuanya merupakan aplikasi dengan rancangan pada sistem yang berbeda.. beda halnya dengan Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (SIAP) Online yang saat ini sedang dikembangkan di kota Bandung, sistem ini lebih memfokuskan kepada kecepata, ketepatan, serta kepercayaan informasi yang dibutuhkan oleh kota Bandung sendiri tentunya.. jadi tidak ada aplikasi yang dipisahkan oleh sistem yang satu dengan yang lainnya, tapi semua aplikasi ini berada dalam satu sistem yang berintegrasi kedalam satu aplikasi web dengan kondisi yang real time online..

Tapi, sistem yang sedang dikembangkan ini belum digunakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung, karena MOU kerjasama antara Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan PT. Telkom, Tbk. Sebagai penyelenggara pengembangan sistem ini belum keluar, atau dikatakan belum terjalin kerjasama.. jadi buat apa pelatihan ini diadakan? Mungkin saja untuk mempermudah dan mempercepat akses sistem online itu sendiri, jika proyek pengembangan sistem ini berhasil dan dipakai di Kota Bandung sendiri, tentu para peserta yang mengikuti pelatihan ini (termasuk sy) sudah terbiasa dengan sistem aplikasi ini.. jadi nggak perlu ada lagi pendidikan atau pelatihan untuk para sistem administrator ataupun para operator..

mudah2an apa yg saya dapatkan dari pelatihan ini dapat diaplikasikan kedalam sistem yg nantinya benar-benar digunakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung.. kita berharap dan berdoa saja semoga proposal pengembangan program tersebut segera terlaksana, amin.. tapi dari informasi yang sy dengar kemaren, kayanya program ini belum bisa diterapkan, karena untuk saat ini masih menggunakan sistem pendataan Dapodik yang seperti biasa.. yang mana aja lah sy mah ikut waeeee.

Link terkait : http://siap-online.com/

Championship Manager 2008

Hari ini sy mau sedikit berbagi, atau mengulas strategi yg biasa sy pakai di game strategi Championship Manager 2007/2008 CM0708. Sebetulnya klo ngabahas strategi di seri ini rada sedikit basi, soalnya sekarang kan udah masuk musim baru.. tapi berhubung sy belum dapet seri terbagu game ini, jadi sy bahas dulu yg sekarang, nanti klo udah dapet seri terbarunya.. pasti sy bahas lagi oke! buat temen2 yg udah dapet seri terbaru musim 2008/2009 kabar2i sy yah! Soalnya terakhir sy ke Azimuth Jl.Banteng, seri terbaru game ini belum keluar… cuciaaan deh gw! Hehehe

Di CM0708 ini atau di CM seri2 sebelumnya sy biasa menggunakan team favorit sy.. yaitu Manchester United, yg biasa punya budget lumayan cukup gede buat belanja pemain.. dimulai dengan pembentukan karakter dari manager sendiri sy duplikasi Sir. Alex Ferguson, biar mirip aslinya.. jreeeng! Kompetisi pun dimulai dengan dibukanya jendela transfer.. sy lihat dulu kekuatan financial yg sy dapatkan.. ternyata sekitaran 75 juta poundsterling. Lumayan gede lah buat belanja beberapa pemain.. tp rasanya sy mesti putar ulang pemain dengan yg rada seger.. beberapa pemain seperti Giggs, Scholes, Silvestre, Neville, yg umurnya diatas 30th sy masukkan ke daftar jual.. ditambah Fletcher, Park Ji Sung dan O’Shea guna menambah keuangan tim ini.. berikut daftar pemain yg akan sy jual : Brown, Neville, Silvestre, Giggs, Scholes, Fletcher, Park, Saha, O’Shea, layaknya cuci gudang yah.. diobral2! Tapi yg laku Cuma 5 pemain (O’Shea, Giggs, Scholes, Park, Silvestre) sisanya mungkin sy pertahankan dengan memperpanjang kontrak mereka..

Setelah transfer list selesai, sekarang saatnya belanja pemain, sy pun memilih dulu pemain yg kira2 multi talenta, harga terjangkau, dan bisa untuk jangka panjang.. jadi dimana sy akan menjual mereka kembali harganya tidak terlalu jatuh.. dengan kekuatan financial yg sy dapatkan sekarang sekitar 110 juta poundsterling, sy mulai memilih pemain, berikut daftar pemain yg sy beli (Nama-Posisi-Harga dlm JutaPoundsterling) ; Nodum Onouha (City - Defender - 7,5) Marc Valiente (Barcelona - Defender - 1,7), Fabio Cannavaro (Madrid - Defender - 4), Vincent Kompany (Hamburg - Defender - 9), Aiden McGeady (Celtic - Winger - 12), David Silva (Valencia - Attacking Midfielder - 24), Ricardo Quaresma (Porto - Winger - 17), Berbatov (Tottenham - Striker - 25).. harga yg dicantumkan diatas bukan harga sebenarnya, karena itu adalah harga setelah transaksi selesai dengan tawar menawar yg panjang lebar.. karena uangnya Cuma cukup dengan membeli pemain2 itu, maka pemain incaran yg lain sy masukkan dalam daftar belanja untuk musim berikutnya.. seperti Joaquin, De Rossi, A.Pato, Shorey, Iturriaga, C.Gordon. sisa uang yg sy miliki sy gunakan untuk memperpanjang kontrak para pemain, termasuk para pemain di team reserve (G.Pique, L.Martin, C.Eagles, J.Evans dll).

Untuk strategi sendiri sy tidak menggunakan formasi 4-4-2 standar, tapi sy rubah ke formasi 4-4-2 attacking dengan sistem rotasi pemain untuk menjaga stamina para pemain, karena di liga inggris sendiri jumlah pertandingannya sangat banyak, belum ditambah dengan liga diluar liga domestic.. untuk penjaga gawang tetap dipegang Van Der Sar dengan backup dari T.Kuszczak.. di belakang sy simpan Neville (Brown), Ferdinand (Kompany), Vidic (Cannavaro), Evra (Onouha).. di tengah sy percayakan kepada Quaresma (Nani), Hargreaves (Carrick), Silva (Anderson/Flecther), Ronaldo (McGeady).. sedangkan di bagian penyerang sy percayakan kepada Rooney (Tevez), Berbatov (Saha).. dengan format yg didalam kurung itu sebagai pemain pengganti dengan sistem rotasi untuk pertandingan selanjutnya.. strategi untuk 4-4-2 attacking ini sy kombinasikan dengan passing (mixed), closing down (own half only), mentality (attacking), counter attact, corners (edge of area), free kick (cross centre), dan attack corner (from edge of area).. dan hasilnya pun bisa dilihat.. sy bisa menjuarai Liga Inggris, Champions, FA, Liga.. ga percaya? Silahkan dicoba strategi yg sy punya ini..

Duh, sy jadi nggak sabar pengen punya seri terbaru CM0809 nih! Perkiraan sy seri terbaru tersebut keluar setelah jeda kompetisi Liga Inggris dimulai.. klo udah ada yg punya kabar2i yah.. thanks.

Pendidikan Yang Menghargai Kemajemukan

“Hai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian adalah orang yang paling bertaqwa” (Al-hujurat: 13).

Dalam ayat di atas Allah telah menandaskan bahwa manusia diciptakan dalam wujud laki-laki dan perempuan, berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku. Dengan tegas ayat ini menandakan pluralitas manusia. Kebhinekaan bukan untuk saling menghilangkan, sebaliknya agar saling mengenal (lita’rafu). Mengenal artinya saling mengerti dan memahami, di sini diandaikan saling belajar sehingga kehidupan menjadi dinamis.

Al-Quran juga sangat menyadari bahwa agama manusia berbeda-beda. Namun, perbedaan ini bukan dijadikan sebagai potensi untuk saling membunuh, sebaliknya dengan santun dan arif al-Quran menawarkan alternatif pencarian titik temu (kalimatun sawa’) masing-masing (Q.S. Ali Imran: 64). Terhadap perbedaan, al-Quran melawan keras tindakan diskriminasi. Al-Quran lebih menekankan keadilan sebagai sikap yang ideal bagi perbedaan tersebut (Q.S. al-Maidah: 8).

Atau kalau kita baca ayat demi ayat dalam al-Quran, maka yang ditampilkan adalah kepedulian terhadap wacana kemanusiaan. Karena itu ironis jika masih ada pemeluk agama yang mensikapi perbedaan dan kemajemukan sebagai ancaman (bukan rahmat). Ini menunjukkan cara berpikir dan proses pemahaman yang sempit.

Jika demikian, pendidikan memiliki peran strategis untuk mengembalikan cara berpikir dan sikap peserta didik ke dalam tataran yang mengerti (dan memahami) pluralitas bermasyarakat. Pendidikan yang diselenggarakan haruslah pendidikan yang paham betul terhadap problem akut kemanusiaan seperti penindasan, kemiskinan, pembantaian dan sebagainya. Pendidikan yang dilaksanakan bukan merupakan penanaman wacana dalam fungsi organisatorisnya yang lebih mengedepankan terma perebutan wilayah dan pengikut. Karena pendidikan seperti ini hanya akan menampakkan ekspresi kecurigaan terus menerus dalam prosesnya dan antar sivitas pendidikan. Pendidikan seperti ini juga merupakan upaya pendangkalan wacana keagamaan.

Pendidikan bukan hanya masuk pada penjabaran ajaran yang sangat formal dalam tataran ritual dan tradisi, karena dengan begitu pendidikan hanya merupakan upaya ideologisasi. Sebaliknya, pendidikan hendaknya dipahami dalam sistem transendensi seluruh aspek kehidupan. Transendensi ini bukan dimaksudkan merebut ridla-Nya dengan menyingkirkan keinginan manusia lain (dengan agama/keyakinan lain) yang sama. Sebaliknya, justeru menghargainya dan bersama merumuskan kebutuhan kemanusiaan sebagai refleksi teologis masing-masing.

Pendidikan seperti ini akan menciptakan kreativitas untuk selalu memperluas cakupan makna dari praktek keagamaan formal. Sehingga zakat diperuntukkan bagia siapa saja yang masuk dalam kategori miskin dan faqir, tanpa tergantung pada latar agamanya. Puasa bukan semata penghadiran Tuhan secara individualistis dan dingin, akan tetapi lebih lebar dalam keprihatinan masalah kemanusiaan.

Pendidikan agama semestinya diarahkan untuk mengajak orang menerima dan terbuka terhadap pluralisme. Dengan begitu peserta pendidikan diberikan kesempatan untuk mencerna “rasa keberagamaannya” dengan bahasanya sendiri dan menumbuhkan kesadaran keberagamaan itu di tengah-tengah komunitas lain di luarnya. Di sini peserta pendidikan tidak dipaksa memahami pemahaman dan pengalaman lain dalam bahasa sang guru. Peserta pendidikan dilatih untuk menggunakan kepekaan atas pluralitas dan memahaminya dengan bahasa batinnya sendiri.

Untuk maksud tersebut peserta pendidikan sejak awal sudah dipersaksikan terhadap perbedaan-perbedaan melalui lapangan konkrit, seperti adanya masjid, gereja, pura, wihara, dan beberapa tempat suci bagi agama atau kepercayaan tertentu. Pendidikan seperti ini diharapkan akan meminimalisir atau bahkan mengatasi kecenderungan perseteruan manusia atas nama agama atau keyakinan.

Dalam masyarakat yang relatif majemuk seperti di Indonesia pendidikan agama harus memberikan gambaran dan idealitas moral agamanya secara kontekstual. Di sini dipersyaratkan peninjauan ulang atas doktrin-doktrin agama yang kaku. Seperti halnya jihad bukan dipahami sebagai persetujuan Islam untuk menggunakan kekerasan dalam menyebarkan agama. Melainkan, berarti mengubah sistem yang didasarkan pada istikbar (keangkuhan kekuasaan dan eksploitasi) dan istidh’af (penekanan dan penindasan) serta penolakan terhadap yang munkar (ketidakadilan) (Asghar Ali Engineer; 1993 hal 11). Sisi radikalisasi seperti ini praktis mengandaikan sebuah kerjasama dengan pihak lain. Dalam proses kerjasama tersebut pendidikan agama harus mengambil perannya secara proaktif.

Pluralitas agama dan keyakinan bukan dijadikan sebagai potensi kerusuhan, melainkan merupakan potensi untuk diajak bersama melaksanakan ajaran demi kepentingan kemanusiaan. Karena seluruh agama selalu mengklaim demi keselamatan manusia. Di sini pendidikan agama memiliki peran penting untuk menumbuhkan sikap awal agar bisa bekerja sama dengan agama atau keyakinan yang lain. Pendidikan agama harus memungkinkan tumbuhnya persaudaraan dalam kebersamaan menemukan tradisi ilahi yang sama pada setiap agama, sehingga bisa bersama membangun dunia baru yang lebih bermakna bagi seluruh umat manusia.

Pengembangan sikap toleransi plus barang kali merupakan upaya strategis yang bisa dilakukan, yakni dengan menghormati orang atau golongan lain tanpa kehilangan identitas diri. Untuk ini dialog antar umat beragama menjadi penting sebagai manifestasi membuka diri pengalaman keagamaan. Caranya anak diajak melihat kebaikan kelompok lain, tidak bersikap apriori, SARA dan berperilaku negatif terhadap orang atau kelompok lain. Atau dengan cara sharing penghayatan agama sesuai pengalaman spiritual yang dijalai secara terbuka. Dengan begitu akan terhindar dari informasi yang salah mengenai agama lain.

Dalam cakupan pergaulan dengan bermacam-macam ideologi dan pandangan dunia, pendidikan agama menjadi agen yang akan mempersiapkan peserta didik untuk memasuki dialog tentang prinsip-prinsip kehidupannya sendiri secara terbuka. Karena dari dialog itu cita-cita masyarakat masa depan yang setia terhadap keyakinannya sendiri dan menghormati keterikatan manusia lain pada keyakinannya semakin terbuka. Penghargaan atas manusia lain dalam budaya, keyakinan serta pandangan dunianya menjadikan orang tidak bersikap radikal dan ideologis. Karena itu, kurikulum pendidikan agama juga harus bisa memberikan jaminan bagi terselenggaranya dialog, dengan menyajikan berbagai kearifan masing-masing ajaran dan pengalaman relijius masing-masing individu.

SATU ISLAM? SATU INDONESIA? SATU ILUSI?

Ada kontradiksi dalam Bhinneka Tunggal Ika. Konsep itu hanya bisa diwujudkan lewat toleransi, bukan peleburan.

“Hanya dengan persatuan umat Islam bisa berjaya kembali,” begitulah kata khatib khutbah Jumat yang sering kita dengar. Sebuah organisasi Islam, Majelis Mujahidin, belum lama ini meminta stasiun televisi menarik iklan layanan masyarakat bertemakan “Islam Warna-Warni” yang dianggap melecehkan. “Islam itu satu, tidak berwarna.”

“Persatuan dan kesatuan adalah modal utama kemerdekaan Indonesia.” Begitulah bunyi spanduk jalanan untuk memperingati proklamasi kemerdekaan hari-hari ini. “Hanya dengan persatuan, Indonesia bisa menyelesaikan krisis dan keluar dari kemelutnya.” Presiden SBY menggaungkan tema itu dalam berbagai kesempatan.

Persatuan! Sayangnya, persatuan adalah kata yang problematis, baik dalam agama maupun nasionalisme.

“Satu Islam” adalah ilusi. Sejarah Islam menyaksikan betapa perbedaan menafsirkan Islam sudah berlangsung hanya sebentar setelah Rasulallah Muhammad wafat. Silang-sengketa bahkan sempat menumpahkan darah. Tiga dari empat khalifah pertama tewas terbunuh.

Dan berabad kemudian, bersama menyebarnya Islam ke berbagai pelosok dunia, kita menyaksikan Islam yang demikian beragam. Ada dua aliran besar dalam Islam: Sunni dan Shiah. Dalam Sunni sendiri ada empat mazhab yang dikenal. Ahmadiyah, salah satu sekte yang populer di Pakistan, punya dua pecahan: Lahore dan Qadian. Ada ratusan kelompok tarekat (sufi) di seluruh dunia yang masing-masing boleh dikatakan khas. Bercampur dengan politik dan tradisi, kita juga mengenal dua organisasi besar Islam di Indonesia yang berbeda watak: Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Bagi orang Muhammadiyah, hanya ada “satu Islam” seperti yang dipahaminya. Demikian pula bagi kaum Nahdlyin. Bagi orang Iran, Shiah adalah “Islam yang satu” seperti bagi orang Malaysia Sunni itu “Islam yang satu” pula. Islam tidak unik dalam keragamannya. Semua agama –Yahudi, Kristen, Buddha dan Hindu– mengenalnya. Tidak unik pula bahwa, dibaurkan oleh kepentingan politik, ekonomi dan identitas budaya, masing-masing pecahan agama saling bersaing untuk merebut pengaruh. Minus perang dan persengketaannya yang berdarah, keragaman mazhab dalam satu agama itu adalah keindahan sekaligus keniscayaan.

Islam, seperti ditunjukkan oleh sejarahnya, adalah berwarna. Bukan berarti masing-masing mazhab dan aliran tak bisa bekerjasama atau “bersatu”. Tapi, itu hanya mungkin dipahami lewat kesediaan untuk menerima ambiguitas manusia: “Kita mempercayai sesuatu yang mutlak, tapi mentoleransi kemungkinan orang lain mempercayai kemutlakan berbeda.”

Menerima kemutlakan sekaligus mengakui relativitas adalah keniscayaan orang dalam beragama seraya bisa hidup berdamai dengan manusia lain.

Memaksakan “satu Islam” kepada semua penganut Islam, sebaliknya, tentulah menyalahi watak toleransi Islam. Obsesi seseorang atau suatu kelompok terhadap yang “satu” hanya mungkin dilakukan lewat pemaksaan, seringkali lewat kekuasaan senjata, dan itu menyalahi konsepsi Islam yang dasar, bahwa “tidak ada paksaan dalam agama”.

Islam juga tidak unik dalam sejarahnya yang seringkali diwarnai darah. Gereja Katolik dan kaum Protestan telah memanfaatkan kolonialisme-penindasan ekonomi, politik dan senjata-untuk menyatukan umat manusia di bawah Kristus yang satu. “Persatuan” yang bersifat menindas bahkan berlaku hampir dalam semua ideologi, termasuk komunisme dan nasionalisme.

“Satu Indonesia”, dalam konteks sejarah nasional Indonesia, telah berulangkali menjadi sarana untuk menindas. Pada zaman Demokrasi Terpimpin, Presiden Soekarno yang terobsesi dengan persatuan telah menjadikan slogan “persatuan dan kesatuan” menjadi dalih untuk memberangus partai politik. Begitu pula dengan Rezim Soeharto yang memanfaatkan “asas tunggal Pancasila” untuk membungkam suara-suara berbeda. Dan pada tahun-tahun terakhir, slogan yang sama dipakai pula oleh kaum nasionalis di PDI Perjuangan dan kaum militer untuk menolak federalisme.

Negeri kita memang mengenal konsep “Bhinneka Tunggal Ika” atau “berbeda-beda tapi satu”. Tapi dalam berbagai zaman, kita cenderung memakai “ika” untuk memberangus “kebhinnekaan”; keseragaman untuk membunuh beragam aspirasi politik dan budaya.

Seperti dalam agama, penyeragaman interpretasi terhadap ideologi negara hanya dimungkinkan lewat pemaksaan, penahanan, pembunuhan, dan penindasan budaya.

Pada 1960-an kita memaksa orang-orang keturunan Tionghoa, misalnya, untuk mengganti nama mereka dengan nama Jawa, Sunda atau Batak serta melikuidasi budaya dan keyakinannnya demi “persatuan”. Melihat kerusuhan Mei 1998, ketika Orde Baru rontok, kita baru menyadari bahwa pembauran seperti itu hanya bersifat permukaan dan bahwa perbedaan tetap berakar jauh di alam bawah sadar.

Persatuan memang diperlukan, terutama ketika negeri menghadapi krisis. Tapi, persatuan hakiki hanya mungkin berlangsung jika masing-masing pihak mengakui perbedaan seraya menyadari pentingnya bekerja sama untuk mewujudkan kepentingan bersama. Itulah pula esensi dari persatuan yang muncul dalam Sumpah Pemuda 1928. Persatuan bukanlah peleburan.

Jika kita berpendapat bahwa persatuan dalam makna peleburan merupakan kunci kemerdekaan Indonesia, kita layak untuk menyimak kembali perdebatan 1930-an antara Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di satu pihak dengan Soekarno di pihak lain.

Pada waktu itu, Soekarno yang terobsesi oleh persatuan menginginkan partai-partai politik bergabung dalam wadah tunggal Permufakatan Pehimpunan Politik Kebangsaan Indonesia. Hatta tidak sependapat. Bagi dia perhimpunan itu tidak perlu menjadi satu organisasi tunggal melainkan sebaiknya menjadi cikal bakal parlemen Indonesia merdeka. Parlemen yang mengakui keragaman partai-partai.

Konsep kemerdekaan Indonesia, bagi Hatta yang cenderung demokrat dan federalis, tidak ada kaitannya dengan “peleburan atau penyatuan pemikiran politik”. Sjahrir mendukung Hatta dan berpendapat bahwa tiap persatuan hanya akan bersifat taktis, temporer dan oleh karena itu insidental. Usaha untuk menyatukan bagian-bagian secara paksa hanya akan menghasilkan “anak banci”. Persatuan seperti itu, menurut Sjahrir, hanya akan menjadi “sakit, tersesat dan merusak pergerakan”.

Orang memang cenderung melihat perbedaan sebagai perpecahan. Keliru. Ekosistem yang kuat di alam dipelihara oleh kebhinnekaan “spesies”-nya. Makin beragam spesies di dalamnya, makin stabil ekosistem itu. Hutan tropis Kalimantan akan segera punah jika semua lumut dan ganggang dipaksa menjadi pohon jati yang seragam. Sama pula dengan Indonesia.

“Bhinneka Tunggal Ika” hanya akan menjadi konsep yang efektif lewat toleransi atas perbedaan, bukan peleburan. Itu tidak hanya berlaku untuk Islam, tapi juga untuk Indonesia.

LINUX vs VIRUS

SALAH satu selling point Linux adalah ketangguhannya menjaga diri dari serangan virus. Orang salah mempersepsikan bahwa Linux sama sekali bebas virus. Sebenarnya tidak ada sistem operasi (operating system/OS) yang 100% aman dari virus. Linux tetap bisa disusupi virus, namun prosentasenya jauh lebih kecil daripada OS komersial. Selain itu virus-virus yang menjamah Linux rata-rata tidak sampai merusak sistem.

Wikipedia mencatat virus pertama di Linux adalah Staog yang beredar secara singkat pada tahun 1996. Tetapi, ada sumber lain yang mengatakan, virus pertama di Linux adalah Bliss, yang muncul pada tahun yang sama. Wikipedia juga mencatat ada sekitar 14 virus Linux. Sementara VirusLibrary mencatat ada 7 virus. Dari hasil pencarian terhadap kata kunci `Linux` di Symantec muncul 3.334 hasil pencarian, tetapi angka tersebut sudah termasuk rootkit, crack-ware, celah keamanan, trojan, dan hal-hal lain yang bukan virus. Sedangkan McAfee mencatat ada 100 virus Linux, tetapi dalam daftar tersebut juga ada beberapa exploit, DoS, dan backdoor. Namun, The WildList Organization dalam publikasi bulan Februari 2006 mengumumkan bahwa tidak ada peredaran virus yang menjangkiti Linux.

Virus yang muncul belum lama ini, yaitu Virus.Linux.Bi.a/ Virus.Win32.Bi.a, memiliki keistimewaan mampu menginfeksi program di Linux dan Windows sekaligus. Walaupun demikian, virus ini bukanlah virus pertama yang dapat melakukan hal tersebut. Menurut Symantec, virus pertama yang dapat menginfeksi Windows dan Linux sekaligus adalah W32.Peelf.2132 (atau yang lebih dikenal dengan Win32/Linux Lindose.2132.A) yang ditemukan lima tahun lalu. Selain itu virus ini bersifat proof of concept, tidak berbahaya dan dibuat semata-mata untuk menunjukkan bahwa virus dapat menginfeksi Windows dan Linux sekaligus. Walaupun demikian, ada kemungkinan virus-virus ganas di masa yang akan datang dengan menggunakan teknik tersebut. Virus di Linux sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi tidak pernah menciptakan masalah besar.

Tidak seperti pada sistem operasi Windows, virus di Linux sulit berkembang. Linux adalah sistem operasi yang didesain sejak awal untuk lingkungan multiuser. Jika dikelola dengan benar, virus bisa saja menginfeksi berkas-berkas yang dimiliki oleh seorang pengguna, tetapi akan sulit untuk menjalar ke berkas-berkas yang dimiliki oleh pengguna lain.

Seorang pengguna tidak dapat memodifikasi berkas-berkas sistem. Ia dan program yang ia jalankan (termasuk virus) hanya dapat memodifikasi berkas-berkas yang ia miliki. Seorang pengguna dapat saja menginstal aplikasi pada home directory miliknya, tetapi jarang aplikasi tersebut digunakan oleh pengguna lainnya.

Satu hal yang dapat menyebabkan virus tersebar adalah celah keamanan pada sistem. Sebagian besar virus Linux menyebarkan dirinya dengan memanfaatkan celah-celah keamanan tersebut. Solusinya bukan dengan menginstal aplikasi antivirus, tetapi dengan menutup celah-celah keamanan tersebut. Virus-virus masa kini seringkali menyamarkan dirinya sebagai aplikasi, folder atau dokumen. Tetapi pada Linux, hal tersebut sulit dilakukan.

Di samping itu standar keamanan Linux juga terlihat dari tidak diizinkannya pengguna (user) melakukan log masuk (log in) sebagai root, atau dikenal juga dengan administrator, namun hanya sebagai pengguna biasa. Hal ini menjadikan Linux sangat sulit untuk disusupi atau dikendalikan virus. Karena sistem operasi ini dikenal dengan perkembangannya yang sangat cepat. Wajar apabila jumlah virus yang menginfeksinya sangat sedikit karena sebelum virus diselesaikan oleh pembuatnya, sistem operasi yang akan terinfeksinya sudah berganti teknologi sehingga tidak memungkinkan untuk di infeksi.

Sebagian besar pengguna Linux juga tidak perlu lagi mengunduh (download) aplikasi secara manual. Kebanyakan distribusi sudah siap pakai untuk keperluan umum. Jika perlu menginstal aplikasi baru, hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan repository milik distro yang dipakai dan instalasi baru dilakukan setelah proses verifikasi yang berlangsung secara otomatis.

Seperti kata-kata Scott Granneman, “To mess up a Linux box, you need to work at it; to mess up your Windows box, you just need to work on it.” Jika ada sesuatu hal yang memungkinkan virus berkembang di Linux, hal tersebut adalah tanggung jawab vendor distribusi, dan bukan tanggung jawab vendor antivirus.

Aplikasi antivirus di Linux hanya berfungsi untuk membersihkan e-mail yang masuk sebelum email tersebut sampai ke pengguna akhir yang menggunakan Windows. Atau untuk membersihkan file server dari virus-virus karena sering diakses oleh komputer berbasis Windows. Virus memang perlu diwaspadai, tetapi dengan menggunakan OS Linux keamanan akan lebih terjamin.

Satu Kesunyian

Ketika aku tidak tahan berdiam dalam hati, aku terbangun dan mendapati bahwa satu-satunya pengobatan jiwa adalah bersuara dalam kesunyian. Lalu aku menyalakan beberapa lampion kecil untuk menerangi lingkaranku, dan menunggu pagi menjadi satu-satunya teman mereka merangkai kata dalam pikiran. Pikiran ini bergerak ketika kita mau bicara, karena pikiran ini adalah burung yang lumpuh terkurung. Meski dapat merentangkan sayapnya, namun tak mungkin terbang jauh.

Di antara kalian ada yang mencari kawan yang pandai bicara, karena takut akan tertimpa sepi. Padahal kesunyian yang kalian jauhi itu adalah mata yang akan membuka kekurangan diri. Disini aku merenung, mencari inspirasi hari esok, apa yang akan aku lakukan, dan apa yang telah aku lakukan.

Satu kesunyian bagiku tidak begitu merendahkanku, karena disini akupun bisa menulis apa yang mereka tidak bisa tulis didalam hatinya. Jiwaku bertahta dalam irama yang sunyi nan megah.

Ketika waktu terus mengiringi, ada beberapa air mataku yang belum terlahir ke dunia, tapi mereka berdiam diri dalam kesunyian yang bergema, dan ketika itu pula aku melahirkan kalimat yang selama ini asing bagiku. Kekalahanku, kesunyianku, dan kesendirianku.

Mereka lebih berharga bagiku daripada ribuan kesenangan. Mereka lebih manis bagi jiwaku daripada semua cahaya di dunia. Bersamanya aku dapat merasakan kesendirian serta menikmati cacian keterasingan. Kekalahanku untuk menangisi masa lalu adalah pedang cemerlang dari perisaiku. Kekalahanku adalah karibku yang pemberani, engkau akan mendengarkan nyayian hatiku, teriakan tangisku yang akan berbicara padaku mengenai ayunan sayap cinta dan deburan hasrat.

Bagiku, kekalahan bukanlah nilai akhir dari sebuah persaingan, mereka bisa hidup kembali dengan semangat ribuan serdadu perang, walaupun dalam angan, mereka tetap hidup. Mereka tetap bersuara dalam batinku, mengiringi setiap detik waktuku, menemani aku menunggu pagi yang tidak pernah berujung, karena esok pasti berulang.

Biarkanlah suara batin kalian yang berbisik kepada telingamu, karena hanya jiwa yang dapat menerima pesan hati, seperti indahnya kenangan yang selalu terbayang, ketika aroma dan rasanya telah hilang, jejaknya masih mengikuti bayangan kita saat kita melangkah.

Di dalam satu kesunyian aku telah menyaksikan di gerbang kota, kalian melemahkan diri dan berlutut memuja kebabasan. Tolak belakang dari pemikiran yang terlahir. Kalian seperti pemuja tiran yang sedang bersiap membantai diri kalian sendiri. Bahkan sampai depan altar dan pusat kota, aku melihat orang-orang yang paling bebas di antara kalian memanggul kebebasan bagaikan pikulan dan mengenakannya seperti belenggu pengikat.

Hatiku menangis air mata darah, karena aku tahu bahwa kalian hanya dapat bebas sepenuhnya jika keinginan bebas pun menjadi belenggu bagi jiwa-jiwa kalian. Kalian benar-benar bebas ketika hari-hari kalian tiada kosong lagi dari beban pikiran dan malam-malam kalian juga tiada sepi dari keinginan dan kesedihan.

Sebenarnya segalanya itu bergetar di dalam diri, dalam rangkuman yang abadi, di antara yang kalian inginkan dan kalian takuti, yang memuakkan dan kalian sanjung puji, yang kalian kejar dan hendak kalian tinggal pergi.

Wajah Multiwacana

Aku bukan penulis syair ataupun pemikir kontemporer. bagiku imaginasi lebih mulia daripada ilusi yang membanggakan diri, aku bisa menciptakan sendiri pemikiran-pemikiran yang tidak pernah mereka pikirkan! aku bisa pergi kemanapun aku mau, karena aku sendiri yang menciptakan imaginasi itu. sekarang kita lihat dari sudut pandang lain dimana reformasi begitu digalakkan didunia yang sekarang modern, atau mungkin sangat canggih. tapi lihat.. langkah mereka sama saja seperti dulu mereka merangkak dalam kepatuhan perintah atasan mereka! mereka tetap saja masih menjilat pangkat mereka dengan lidah yang begitu tajam, setajam pedang mungkin?! aku melihat sendiri betapa mereka merendahkan diri mereka dalam istana yang mereka bangun dengan kucuran air ludah, bukan dengan kucuran keringat hasil kerja mereka! aku menceritakan semua karena aku hidup dalam dunia mereka yang begitu fana akan nafsu dan keinginan yang tidak akan pernah habis (karena akupun memiliki itu), wajah mereka bisa mereka rubah setiap saat, karena itulah yang dibutuhkan agar kita tetap bisa eksis ditempat ini. tapi aku takkan menjadi korban mereka, karena aku hidup pula dengan wajah multiwacana yang aku ciptakan sendiri, semudah menyalakan korek api di siang hari, yang bagi orang buta sekalipun itu sangat sulit.

Sekarang kita lihat sekeliling kita, adakah jabat erat yang benar-benar tulus? seorang sahabatpun bisa menyimpan rahasia terdalam mereka dalam mulut yang terkunci, seorang pen-cinta pun bisa menyimpan rahasia mereka dalam hati yang tertutup rapat. Yang aku percaya hanyalah kasih sayang kedua orang tua yang dari aku kecil sampai detik ini aku menulis, masih bisa memberikan doa untukku. jadi dimana posisi wajah multiwacana orang-orang di sekeliling kita? adakah mereka memberitahukan bahwa dunia mereka ada dalam catatan harian mereka? adakah mereka bercerita tentang hari esok yang mungkin akan bahagia, atau terluka? tidak ada yang tahu kan.. setidaknya kita tahu bahwa mereka hidup dengan wajah multiwacana mereka yang sebagian orang ciptakan dengan terbuka, ataupun mereka buat tanpa usaha. sekarang kalian bisa membedakan bahwa aku bukan seorang penulis syair, ataupun pemikir, imaginasi yang aku ciptakan setidaknya bisa menggambarkan hiasan yang menemani kita siang dan malam.

Berjuta kata telah aku baca, berjuta lagu telah aku dengar, tapi semua terasa dungu dengan logika yang begitu miskin! apakah kalian hanya bisa mengobral sompral buaya, dan mendengar lagu-lagu tersebut dengan pemikiran kalian yang masih buta?! ah mungkin dengan caci maki penjilat-penjilat seperti kalian hatiku terasa puas, serasa mendulang air es di gurun pasir yg panas dengan nafsu bejat!

Dsc00862a